Penelitian Tindakan Kelas

UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VIIIA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH DENGAN METODE COOPERATIF LEARNING TEKNIK INDEX CARD MATCH  DI SMP NEGERI 3 SAWIT

Oleh : Suyono

Pendahuluan

             Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam pendidikan di sekolah adalah motivasi. Motivasi belajar yang telah dikembangkan dalam pendidikan keluarga dilanjutkan ke pendidikan di sekolah. Motivasi belajar mempunyai peranan yang sangat penting dalam memberikan semangat pada siswa. Motivasi belajar tidak hanya memberikan kekuatan pada uapaya belajarnya tetapi memiliki tujuan yang jelas dan dapat mengarasi tantangan yang dihadapi.

     Namun kenyataannya dari hasil observasi proses, siswa kelas VIII A di SMP Negeri 3 Sawit Boyolali menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa masih rendah. Rendahnya motivasi belajar siswa ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain : kurangnya minat siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar, guru kurang kreatif dalam memilih metode pembelajaran sehingga dalam pengupayaan untuk memotivasi siswanya lemah. Upaya untuk meningkatkan motivasi belajar siswa adalah dengan metode pembelajaran cooperatif learning teknik index card match (Saya Mencari – Saya Memiliki).

     Menurut Duran Corebima, et all (2002 : 4) bahwa pembelajaran kooperatif (cooperative learning) dicirikan oleh struktur tugas, tujuan, dan penghargaan kooperatif. Siswa yang bekerja dalam situasi pembelajaran kooperatif didorong dan atau dikehendaki untuk bekerja sama pada suatu tugas bersama, dan mereka harus mengkoordinasikan usahanya untuk menyelesaikan tugasnya. Dasin Budimansyah (2003 : 13) mengemukakan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran yang berbasis kerjasama antarsiswa dan antarkomponen lain di sekolah. Ibarat mesin masing-masing komponen memiliki peran yang berbeda namun saling bergantung antara satu komponen dengan yang lainnya.

     Salah satu teknik dalam metode cooperative learning adalah teknik Index Card Macth ( Saya Mencari – Saya Memiliki). Dalam proses pembelajaran teknik Index Card Match, masing-masing siswa mendapatkan kesempatan untuk mencari dan menemukan pasangannya. Alasan dipilihnya teknik ini karena memiliki keunggulan antara lain untuk mengatasi hambatan pemerataan kesempatan.  Siswa akan terus bergerak mencari pasanga sampai menemukannya. Teknik ini menuntut siswa memahami permasalahan yang dihadapinya sehingga dengan mudah dan cepat menemukan pasangannya. Motivasi untuk saling menemukan pasangannya menjadikan semangat tersendiri sehingga kelas lebih hidup, lebih dinamis.

      Teknik Index Card Match (Saya Mencari – Saya Memiliki) memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan kesempatan untuk berperan serta. Keunggulan lain teknik ini adalah tidak ada seorang siswapun yang hanya diam di tempat, setiap siswa terus melakukan move sampai menemukan pasangannya dengan benar.

     Berdasarkan uraian di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian tindakan kelas ini adalah: 1) Bagaimanakah peningkatan motivasi belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran sejarah dengan metode cooperative learning Teknik Index Card Match? Bagaimanakah peningkatan keaktifan belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran sejarah dengan metode cooperetive learning Teknik Index Card Match? Adapun tujuan dari penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan motivasi belajar siswa

Metode Penelitian.

     Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Sawit Boyolali pada bulan September sampai dengan bulan November 2008. Peneliti adalah guru program sertifikasi guru dalam jabatan FKIP UMS. Lokasi SMP Negeri 3 Sawit Boyolali berada di Kalurahan Bendosari, Kecamatan Sawit, Kotamadya Boyolali, Provinsi Jawa Tengah tepatnya: Jalan Solo- Jogja km 10 dengan keadaan siswa yang beragam yang memiliki rata-rata nilai di bawah standar.

      Subyek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas VIII A dengan jumlah siswa 38 siswa terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 24 siswa perempuan dengan karakteristik mempunyai motivasi belajar terendah dibandingkan dengan kelas lainnya. Dalam kegiatan penelitian tindakan kelas ini peneliti akan menggunakan metode observasi. Adapun alat yang digunakan ada 2 (dua) yaitu:

  1. Lembar Observasi.

     Data ini memuat berbagai indikator timbulnya persaingan dan bangkitnya motivasi belajar siswa. Dengan demikian alat ini dapat digunakan untuk mengukur perilaku siswa baik dalam maupun di luar proses belajar mengajar.

  1. Daftar nilai dan penjabarannya

     Data skor yang diperoleh dari pelaksanaan tes-tes dalam proses belajar mengajar yang selanjutnya diolah sehingga dapat ditentukan jumlah siswa yang dapat dinyatakan berhasil dari tiap-tiap tes yang dilakukan untuk menjadi bahan perbandingan lebih jauh lagi, sehingga dapat diidentifikasi siapa-siapa yang prestasinya baik dan siapa yang sebaliknya.

            Sebagai indikator kinerja penelitian tindakan kelas ini adalah perilaku siswa setelah dan pada saat diberikan stimulus menunjukkan: 1) penurunan keterlambatan siswa sebesar 20%, 2) peningkatan keseriusan dalam belajar sebesar 20%, dan 3) peningkatan dalam mengerjakan tugas-tugas sebesar 20%.

            Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus secara berkelanjutan. Setiap siklus lanjutan dilaksanakan berdasarkan refleksi dari siklus sebelumnya dan dalam siklus terlihat saling berkaitan, siklus kedua merupakan perbaikan dari siklus kesatu. Model yang digunakan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa adalah teknik index card match  untuk merangsang siswa supaya lebih meningkatkan motivasi belajar dan berkompetensi untuk mendapat nilai yang maksimal.

     Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam empat tahapan, yaitu perencanaan, observasi, pelaksanaan tindakan, dan refleksi. Perencanaan yang dilakukan meliputi kegiatan: merancang skenario tindakan berkaitan dengan teknik index card match, skenario tindak lanjut teknik index card match, menyusun format evaluasi, dan menyusun format yang tepat dengan teknik index card match. Adapun langkah pelaksanaan tindakan seperti tabel I di bawah ini.

Tabel I   Pelaksanaan Tindakan

No

Guru Siswa
1 Mengabsen siswa Mendengarkan dan menjawab bila dipanggil
2 Menanyakan pelajaran Siswa menjawab pertanyaan guru
3 Guru memberikan motivasi agar cara belajar lebih ditingkatkan Siswa antusias mendengarkan dan bertanya
4 Menyampaikan skenario teknik index card match Siswa antusias mendengarkan dan bertanya

      Observasi dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan terhadap motivasi belajar siswa dan kompetensi siswa dalam belajar siswa untuk mendapatkan skor (nilai ulangan). Refleksi dilakukan pada setiap akhir siklus penelitian untuk melakukan evaluasi terhadap tindakan yang telah dilakukan dan memperbaiki kekurangan yang ditemukan pada pelaksanaan tindakan.

     Analisis data yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah deskripsiptif kualitatif dengan cara menganalisis data motivasi belajar berdasarkan hasil observasi, kemudian dituangkan dalam bentuk persen. Hasil kemudian dideskripsikan untuk menjelaskan data yang diperoleh.

 

Hasil Penelitian dan Pembahasan

A. Deskripsi  Kondisi Awal.

     Dalam proses pembelajaran, motivasi belajar siswa dapat dianalogikan sebagai bahan bakar untuk menggerakkan mesin. Motivasi belajar yang memadai akan mendorong siswa berperilaku aktif untuk berprestasi dalam kelas, tetapi motivasi yang terlalu kuat justru dapat berpengaruh negatif terhadap keefektifan usaha belajar siswa. Peranan guru untuk mengelola motivasi belajar siswa sangat penting, dan dapat dilakukan melalui berbagai aktivitas belajar yang didasarkan pada pengenalan guru kepada siswa secara individual.

Tabel  2   Motivasi belajar Pra-Siklus 

No

Indikator

Frekuensi

%

1

Siswa datang tepat waktu

13

34

2

Siswa serius dalam belajar

15

39

3

Siswa serius dalam mengerjakan tugas

10

26

            Berdasarkan tabel 2 di atas siswa yang datang tepat waktu baru 13 orang atau 34%, berarti siswa yang terlambat datang berjumlah 25 orang atau 66%, siswa yang serius dalam belajar 39%, dan siswa yang serius dalam mengerjakan tugas 26%. Bila kondisi ini dibiarkan terus-menerus dan tidak mendapat bimbingan dapat mengakibatkan keberhasilan siswa dalam pendidikan rendah. Untuk mengatasi hal ini maka siswa harus sering diberi motivasi belajar untuk meningkatkan belajar untuk mencapai prestasi maksimal di seluruh mata pelajaran pada umumnya dan mata pelajaran sejarah pada khususnya. Tugas ini menjadi tugas setiap bapak ibu guru pengampu mata di sekolah SMP Negeri 3 Sawit.

            Pada akhir penelitian tindakan kelas diharapkan siswa terlambat datang turun 20%, yaitu dari 66% menjadi 46%, siswa yang serius dalam belajar naik 20% menjadi 59%, dan siswa yang serius dalam mengerjakan tugas naik 20% menjadi 46%.

B. Deskripsi Siklus I.

            Siklus I dilaksanakan dari tanggal 5 September  sampai 30 September 2008 selama 1 bulan. Hasil pengamatan terhadap motivasi siswa seperti tabel 3 di bawah ini.

Tabel  3  Motivasi belajar Siklus I 

No

Indikator

Frekuensi

%

1

Siswa datang tepat waktu

24

63

2

Siswa serius dalam belajar

26

68

3

Siswa serius dalam mengerjakan tugas

21

55

     Berdasarkan tabel 3 di atas dengan diterapkannya teknik index card match, maka ketepatan waktu, keseriusan dalam belajar dan keseriusan dalam mengerjakan tugas mengalami peningkatan, yaitu siswa yang datang tepat berjumlah 63%, siswa yang serius dalam belajar sebesar 68%, dan siswa serius dalam mengerjakan tugas sebesar 55%.

     Berdasarkan data yang tersebut di atas dapat diketahui beberapa kekurangan yang perlu dipikirkan kembali untuk dilakukan perbaikan pada siklus berikutnya yaitu:

  1. Ketepatan waktu datang ke sekolah baru mencapai 63% menandakan bahwa tingkat kesadaran siswa untuk tepat waktu masih rendah masih ada 37% sesuai yang hadir tidak tepat waktu bagaimana juga hal tersebut masih belum memadai untuk mencapai indikator keberhasilan 90%.
  2. Keseriusan dalam belajar mencapai 68%  terasa masih jauh dari 90% yang diharapkan, masalah yang dihadapi adalah kemampuan masing-masing siswa berbeda, dan  
  3. Keseriusan dalam melaksanakan tugas sebesar 55% masih sangat jauh pula dengan keberhasilan 90%, karena pada dasarkan motivasi untuk mengerjakan tugas muncul dari siswa itu sendiri. 

 

C. Deskripsi Siklus II

            Siklus ini dimulai 5 Oktober  sampai dengan 30 Oktober 2008, hasil pelaksanaan tindakan seperti tabel 4 di bawah ini.

Tabel  4 Motivasi belajar Siklus II 

No

Indikator

Frekuensi

%

1

Siswa datang tepat waktu

34

89

2

Siswa serius dalam belajar

35

92

3

Siswa serius dalam mengerjakan tugas

34

89

            Berdasarkan tabel 4 di atas, siswa yang datang tepat waktu berjumlah 34 atau 89%, siswa yang serius dalam belajar berjumlah 35 atau 92%, dan siswa yang serius dalam mengerjakan tugas berjumlah 34 atau 89%. 

            Hasil refleksi siklus II menunjukkan bahwa sampai pada akhir siklus II ini selu ruh indikator penelitian tindakan kelas tercapai, namun masih ada siswa yang datang terlambat, yaitu 4 orang siswa atau sebesar 11%, siswa yang belum serius dalam belajar berjumlah 3 atau 8%, dan siswa yang belum serius dalam mengerjakan tugas masih 7 orang atau 11%. Walaupun dalam jumlah kecil namun perlu ditindaklanjuti kembali agar tidak mengganggu proses pembelajaran.

D. Deskripsi Antar Siklus.

            Gambaran perkembangan pencapaian motivasi belajar selama siklus I dan II sebagai berikut: bahwa motivasi belajar siswa mengalami peningkatan setiap siklusnya, siswa yang tepat waktu ke sekolah pada siklus I 63% pada siklus II mengalami peningkatan 89%, sehingga terjadi peningkatan 26%, keseriusan dalam belajar pada siklus I 68% mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 92%, dan siswa yang serius dalam mengerjakan tugas pada siklus I 55% meningkat menjadi 89% pada siklus II, berarti terjadi peningkatan sebesar 34%. Secara rinci perhatikan tabel 5 di bawah ini.

Tabel 5 Perbandingan motivasi belajar Siklus I dan Siklus II

Motivasi Belajar

Siklus I

Siklus II

Jumlah

siswa

Prosentasi(%) Jumlahsiswa Prosentasi

(%)

Siswa datang tepat waktu

24

63 34

89

Siswa serius dalam belajar

26

68 35

92

Siswa serius dalam mengerjakan tugas

21

55 34

89

 

Kesimpulan dan Saran

A. Kesimpulan

            Berdasarkan pembahasan hasil penelitian tindakan kelas, dapat disimpulkan bahwa teknik Index Card Match (Saya Memiliki – Saya Mencari) dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Hal tersebut dapat dilihat dalam setiap siklus. Siklus I siswa yang datang tepat waktu 63%, Siklus  II meningkat menjadi 89%, peningkatannya 26%. Keseriusan dalam belajar siswa Siklus I 68%, Siklus  II meningkat menjadi 92%, peningkatannya 24%, dan keseriusan dalam mengerjakan tugas juga mengalami peningkatan 34% yaitu dari 55% menjadi 89%.

B. Saran

            Berdasarkan kesimpulan penelitian tindakan kelas, dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Pelaksanaan haruslah dilanjutkan dan selalu dievaluasi agar mencapai kedisiplinan dalam diri siswa.
  2. Pada saat pelaksanaan teknik Index Card Match (Saya Mencari – Saya Memiliki), guru benar-benar cermat dalam bertindak agar tidak menimbulkan masalah baru.

 

 

Daftar Pustaka

Etin Solihatin dan Raharjo. 2005. Cooperative Learning Analisis Model Pembelajaran  IPS. Jakarta: Bumi Aksara

Hamzah B. Uno. 2007. Teori Motivasi dan Pengukurannya. Jakarta: Bumi Aksara

Nana Sujana. 1991. Teori-teori Belajar untuk Pengajaran. Jakarta: Fakultas Ekonomi UI

Mulyani Sumantri. 1988. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rajawali

Sardiman AM. 2007. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo

Sudirman. 1991. Ilmu Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya

 

 

 

 

 

 

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: